TRIBRATA KAMI POLISI INDONESIA: 1. BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA. 2. MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN, KEADILAN DAN KEMANUSIAAN DALAM MENEGAKKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN KEPADA PANCASILA DAN UUD 1945. 3. SENANTIASA MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN.
APEL PAGI PERSONIL POLRES MAROS
OLAH TKP ATM BALLU-BALLU
RAPAT DI RUANG KASAT
GELAR PASUKAN
GELAR PERKARA BANDARA
OLAH TKP ILLEGAL FISHING
PEMERIKSAAN SAKSI DIDAMPINGI PENGACARA
PEMERIKSAAN SAKSI OLEH PENYIDIK PPA
PEMERIKSAAN SAKSI
PEMERIKSAAN SENPI
PENGAMBILAN SIDIK JARI
PENGANGKATAN SIDIK JARI LATENT
PENGISIAN BIODATA
REKON KASUS ATM
REKON KASUS BANDARA
PEMERIKSAAN SAKSI OLEH UNIT TIPIKOR
TINJAU LOKASI TANAH
GELAR PERKARA
KUNJUNGAN TIM POLDA SULSEL
LABEL BB OLEH PENYIDIK
OLAH TKP KASUS ILLEGAL MINING
PARA KANIT

SAT RESKRIM POLRES MAROS TANGKAP PELAKU ILLEGAL FISHING



Satuan Reskrim (Reskrim) Polres Maros yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Maros, IPDA I Nyoman Sutarma, berhasil mengamankan 8 orang nelayan yang menggunakan 7 alat tangkap ikan pukat dogol,  serta mengamankan 8 (delapan) unit Kapal Kayu yang bermuatan 8 sampai 10 ton di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kab. Maros.
 

Kasat Reskrim Polres Maros AKP Yusrizal melanjutkan, pelaku ini dijerat dengan Pasal 9 Junto pasal 85 UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 2 Miliar.

“Kami harap, setelah penangkapan ini, para nelayan bisa sadar jika penggunaan pukat dogol ini tidak dibenarkan dan mereka tidak lagi mencoba melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, Nelayan kecil dari Dusun Kuri Caddi, memberikan apresiasi kepada Sat Reskrim Polres Maros yang sudah bertindak tegas kepada para nelayan yang sudah lama meresahkan nelayan kecil, yang mengaku selama ini hasil tangkapan ikan mereka berkurang, atas dampak penggunaan pukat dogol yang merusak biota laut seperti bibit ikan dan juga terumbu karang.

KAKAK TEGA BUNUH ADIK KANDUNG SENDIRI




Seorang kakak tega menikam adik kandungnya hingga tewas di Barandasi, Kec. Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kejadian ini bermula ketika Pelaku Muh. Anugrah (26), security salah satu bank di kawasan Kima Industri Makassar (Kima), meminta uang kepada ibunya, Hj. Rosdiana sebesar  Rp. 5 juta untuk biaya pendidikan sekuriti, di rumah orangtuanya di Lingkungan Soreang, Kelurahan Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Senin 15 Pebruari 2016 malam.

Saat itu, adiknya Korban Lel.  Nur Muhammad Maura Rahman (21),  muncul dan meledek kakaknya agar jangan keseringan minta uang ke orangtua karena sudah berkeluarga, sehingga terjadi adu mulut dan Pelaku Lel. Muh. Anugrah pun tersinggung oleh perkataan adiknya.  Pertengkaran sempat reda setelah korban keluar dari rumah dan sang ibu memberikan uang kepada pelaku. Namun pelaku sang kakak terlanjur sakit hati dan melemparkan uang tersebut ke arah korban yang berada di depan rumah. 

"Korban Sang Adik Lel.  Nur Muhammad Maura Rahman (21), kemudian masuk kembali ke dalam rumah dan berkata tidak usah kamu ambil itu uang kalau tidak mau. Selanjutnya pelaku Muh. Anugrah (26), mengambil badik di atas lemari dan menikam dada dan Perut korban ," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Maros, AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK .

Korban yang bersimbah darah kemudian dilarikan ke RSUD Salewangang. Namun dalam perjalanan, korban meninggal dunia.

Menurut Kasat Reskrim AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK, pelaku setelah membunuh adiknya, menyerahkan diri ke Polsek Lau Barandasi dan selanjutnya penahanan Tersangka di Mako Polres Maros, Penanganan kasus ditangani oleh Polsek Lau. (ILO)


PELIMPAHAN TAHAP 2 KASUS CURAS KE JPU



Pelimpahan TSK ke JPU Oleh Penyidik Sat Reskrim Polres Maros

Sat Reskrim Polres Maros menyerahkan Tersangka dan Barang Bukti kasus Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan, setelah dinyatakan lengkap sesuai Surat dari Kajari Maros perihal Pemberitahuan Hasil Penyidikan dinyatakan lengkap kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Kabupaten Maros, Kamis (14/1).

Penyidik Sat Reskrim Polres Maros menyerahkan 3 orang sebagai tersangka, adapun Tersangka yang dilimpahkan yaitu Sdr. RIJAL ALS MANNANG BIN RABI (24 Thn), RANDI. A BIN AMIR (22 Thn) dan Ansar (17 Thn).

Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Maros IPDA I Nyoman Sutarma, menjelaskan bahwa Tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat (20 ke 1e, 2e Subs Pasal 365 ayat (1) KUHPidana.

Ketiga Tersangka tersebut diciduk oleh Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Maros saat beroperasi di Rumah Korban Lel. Hartawan di Tumalia, kelurahan Adatongeng, Kec. Turikale, Kab. Maros, Tersangka mendatangi kamar Kos Korban dengan mengeluarkan sebilah parang lalu mengancam dan menodongkan kearah korban dan kemudian mengambil 3 unit HP yang terletak di atas meja milik korban.

Dari Interogasi dan keterangan dari Tersangka selain di Tumalia melakukan Curas, Tersangka mengakui pula telah melakukan curas dibelakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Maros.

“Setelah pelimpahan Tahap 2 tersebut ke JPU oleh Penyidik untuk selanjutnya dilakukan penuntutan terhadap Tersangka” Ujar Kanit Tipiter IPDA I Nyoman Sutarma. (ILO)

KEBAKARAN GUDANG MILIK PROVINSI SULAWESI SELATAN DI MAROS




Kasat Reskrim AKP Yusrizal bersama Tim Labfor Polda Sulsel

Kasat Reskrim Polres Maros AKP Yusrizal E.N, SH, SIK bersama Tim Labfor Polda Sulsel melaksanakan olah TKP Kebakaran Gudang Tani Makmur milik Propivinsi Sulawesi Selatan pada Hari Senin 4 Desember 2016, dan mendatangkan pengurus gudang Tani Makmur untuk dimintai keterangan.

Gudang tersebut merupakan bekas penyimpanan beras Provinsi Sulawesi Selatan yang pernah dijadikan tempat penyimpanan Racun tikus dan padi, Kebakaran tersebut mengakibatkan atap gudang sekitar 15 are tersebut jatuh dan rata dengan lantai.

Kasat Reskrim menduga adanya unsur kesengajaan dan sabotase dari oknum tertentu, namun semua kemungkinan bisa saja terjadi, hanya saja Pihaknya masih menunggu hasil uji Labfor setelah Olah TKP tersebut ujarnya.

“ Kami menunggu hasilnya, semua kemungkinan bisa saja terjadi, makanya kami menurunkan Tim Labfor untuk memastikan apa penyebab kebakaran gudang ini, Tim Labfor masih sementara bekerja” Kata Kasat Reskrim Polres Maros AKP Yusrizal E.N, SH, SIK.

PELIMPAHAN TERSANGKA KASUS KORUPSI DANA BALIHO DAN SPANDUK SOSIALISASI PEMILU DPR, DPD DAN DPRD KAB. MAROS


Pelimpahan Kasus Korupsi ke JPU
POLRES MAROS - Sat Reskrim Polres Maros menyerahkan Tersangka dan Barang Bukti kasus tindak pidana Korupsi penyelewengan dana pengadaan baliho dan spanduk sosialisasi Pemilu DPR,DPD dan DPRD Kabupaten/Kota Thn. 2014 pada Thn. Anggaran 2013 di Kantor KPU Kab. Maros, setelah dinyatakan lengkap sesuai Surat dari Kajari Maros Nomor : B-59/R.4.16/Ft.1/10/2015 perihal Pemberitahuan Hasil Penyidikan dinyatakan lengkap kepada Kejaksaan Negeri Maros.

Polres Maros menyerahkan 2 orang sebagai tersangka, adapun tersangka yang dilimpahkan yaitu Sdr. A. JUFRI.D, S.Ag, M.Ag, Mantan Ketua KPU, Kab. Maros dan Sdr. ABDUR RAHMAN ,SH. MH, Mantan Sekretaris KPU Kab. Maros.

Kanit Tipikor Sat Reskrim Polres Maros IPDA Doris Hadiana, S.Sos menjelaskan bahwa tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Subs Pasal 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dalam rumusan UU RI No. 20 Thn 2001 Jo pasal 55 ayat (1) Subs Pasal 56 KUHPidana.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Maros AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK membenarkan Penyidik Tipikor Sat Reskrim telah melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejari Maros untuk selanjutnya dilakukan penuntutan terhadap tersangka.

Kasus ini berawal pada bulan Desember 2013, pihak KPUD Kab. Maros telah mencairkan anggaran sosialisasi Pemilu Legislatif 2014 dalam rangka pengadaan baliho dan spanduk dengan jumlah anggaran sebesar Rp 358.000.000,- yang bersumber dari APBN 2013 yang diperuntukan untuk pengadaan baliho dan spanduk di 14 PPK dan 103 PPS se Kab. Maros maka disepakati bahwa untuk pengadaan baliho dan spanduk Pemilu Legislatif 2014 tersebut diambil alih oleh KPUD dengan pertimbangan untuk keseragaman desain dan ukuran dengan ketentuan bahwa pihak PPK dan PPS mengembalikan sebagian anggaran untuk pembayaran baliho dan spanduk.

Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Maros mengadakan penyelidikan dan dari data - data dan keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa pengadaan baliho dan spanduk sosialisasi Pemilu DPR,DPD dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2014 se Kabupaten Maros yang diadakan oleh KPUD Maros pada bulan Desember 2013 yang dananya berasal dari Anggaran APBN tahun 2013, ditemukan adanya indikasi penyimpangan dana baik dari Pihak KPUD Maros maupun Masing masing PPK se Kabupaten Maros berindikasi merugikan Keuangan Negara, sehingga setelah adanya hasil audit dari BPKP Makassar Kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan. (ILO)


PELIMPAHAN TAHAP 2 TERSANGKA DAN BB PERKARA TPPO KE JPU MAROS





Pelimpahan TSK Kasus TPPO Ke JPU
POLRES MAROS - Sat Reskrim Polres Maros menyerahkan Tersangka dan Barang Bukti kasus Perdagangan Orang (TPPO) setelah dinyatakan lengkap sesuai Surat dari Kajari Maros Nomor : B-182/R.4.16/Euh.1/12/2015 (P.21) perihal Pemberitahuan Hasil Penyidikan dinyatakan lengkap kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Kabupaten Maros, Rabu (16/12). 

Dalam Perkara tersebut, Polres Maros menetapkan 1 orang sebagai tersangka, adapun Tersangka yang dilimpahkan yaitu  Pr. ROSMINI Binti ANDI SIRAJUDDIN, 46 Thn, selaku Kepala Cabang Daerah Maros PT. ASFIZ LANGGENG ABADI. 

Kanit  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros  IPDA Kasmawati, S.Sos  menjelaskan, dalam penyidikan, Polres Maros melibatkan sejumlah ahli,  Seperti ahli perlindungan anak dan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) dalam menjerat pelaku.

Menurutnya juga,  Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 4 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK  membenarkan pihaknya telah melimpahkan Tersangka dan Barang Bukti kepada Kejari Maros untuk selanjutnya dilakukan penuntutan terhadap Tersangka.

Kasus ini berawal ketika Pelaku merekrut Korban  Sdri. ALCE NOVITA MOWILOS dgn mengatasnamakan PT. ASFIZ LANGGENG ABADI dan saat itu Tersangka memang bekerja dibawah naungan PT. ASFIZ dan menjabat selaku Kepala Cabang Daerah Maros yang ditugaskan untuk merekrut calon TKI. Namun setelah korban direkrut, korban diiming-imingi gaji yang tinggi dan akan dipekerjakan di kedai Kopi, namun kenyataannya berbeda korban setelah dibawa ke Jakarta tidak diserahkan ke PT ASFIZ untuk mendapatkan pelatihan dan pengenalan kultur budaya dan bahasa namun diserahkan kepada Pr. RT (DPO) dan ditampung dirumahnya yg berlokasi di batam dan selanjutnya membawa korban ke Malaysia bekerja sebagai PRT dan tdk mendapatkan gaji serta mendapatkan perlakuan yg tidak manusiawi sehingga korban masuk Rumah Sakit, Pihak Keluarga korban pun memulangkan korban dari Malaysia.

Pihak PT. ASFIZ LANGGENG ABADI pun turun tangan dan langsung memecat Tersangka, karena telah bertindak sendiri merekrut Korban tanpa sepengetahuan dan tidak dilaporkan kepada PT. ASFIZ, dimana pada saat diberangkatkan ke Malaysia, Korban hanya menggunakan Pasport pelancong yg tidak sesuai dengan peruntukan sebagai Pasport kerja.

Dan setelah korban tiba di Makassar, Korban melaporkan kejadian ini di Polsek Mandai, kemudian Pihak Polsek Mandai menjemput TSK dan melakukan penangkapan dan selanjutnya perkara tersebut dilimpahkan ke Polres Maros dan ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Maros. (ILO)

POLRES MAROS RUTIN PATROLI MALAM CEGAH MARAKNYA MALING SAAT LISTRIK PADAM


Kasat Reskrim Polres Maros AKP Yusrizal E.N, SH, SIK
Kasat Reskrim Polres Maros AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK, menghimbau kepada warga Kabupaten Maros supaya warga lebih waspada dan menyimpan barang berharganya di tempat yang lebih aman. 

Pasalnya jadwal pemadaman listrik biasanya terjadi secara mendadak.Untuk mencegah maraknya pencurian, Polres Maros akan menurunkan personel untuk mengintensifkan razia serta melakukan patroli di tempat- tempat yang rawan pencurian serta tempat lain yang kemungkinan dijadikan lahan operasi maling.

"Kami sudah menurunkan sejumlah personel untuk razia dan berpatroli keliling Maros. Kami melakukan deteksi dini terhdap daerah-daerah yang rawan terhadap pencurian," katanya.

Jika pihaknya mendapatkan pencuri dan berusaha melarikan diri, polisi tidak segan- segan akan melepaskan tembakan. Hal itu dilakukannya untuk menekan dan menghilangkan aksi maling yang merugikan warga. 

Polres Maros juga sudah mendapatkan beberapa laporan warga yang kemalingan, seperti yang terjadi di Bulu- Bulu, serta Kompleks Perumahan Kabupaten Maros.

SPESIALIS PENCURI MINI MARKET DIBEKUK SATUAN RESERSE KRIMINAL POLRES MAROS


Pelaku Pencurian Mini Market
Spesialis pencuri mini market berhasil dibekuk Satuan Reserse kriminal Polres Maros saat berpatroli di Jl. Poros Maros-Pangkep, Kecamatan Lau Maros, Selasa (27/10) dini hari.

Berawal sekitar pukul 04.00 Wita personil Unit Opsnal Reskrim Polres Maros yang sedang melaksanakan patroli melihat seseorang yang mencurigkan didepan Alfamidi Balitjas, Jl. Poros Maros-Pangkep. Kec. Lau. 

Petugas kemudian menggeledah orang tersebut dan ditemukan 1 pelontar busur yang diselipkan pada pinggang. Saat diinterogasi, petugas melepaskan 1 kali tembakan peringatan dan membuat 2 rekan pelaku keluar dari persembunyiannya. Keduanya pun digeledah dan ditemukan sebilah parang dan 1 pelontar busur beserta 2 anak busur.

Selanjutnya ketiga pelaku bersama 1 Unit sepeda motor diamankan ke Mako Polres Maros. Adapun identitas ketiga pelaku masing-masing berinisial JR (21) warga Jl.Paccerakkang, Kec.Biringkanaya Makassar, TP (17) warga Jl. Goa Ria Laikang Perum Graha Griya Asri Kec. Biringkanaya Makassar dan FA (19) warga Perumnas Sudiang, Kec. Biringkanayya Makassar.

Dari hasil interogasi Ketiga pelaku mengaku telah melakukan pencurian di Alfa Midi depan Taman Makam Pahlawan Jl. Poros Maros-Makassar, Kel. Adatongeng, Kec. Turikale, Kab. Maros pada hari Sabtu (24/10) sekitar pukul 02.00 Wita

SAT RESKRIM POLRES MAROS CIDUK 2 BEGAL DARI MAKASSAR


Satuan Reserse Kriminal Polres Maros menciduk dua pelaku begal atau pencurian dengan kekerasan di Dusun Bira-bira, Desa Kurusumange, Kecamatan Tanralili, Maros, Senin (28/9/2015) malam.

Kedua pelaku tersebut yakni Rian (18) dan Zuljaya (15). Sementara empat pelaku lainnya berhasil melarikan diri dengan menggunakan dua unit sepeda motor. Pelaku merupakan komplotan begal dari Antang Makassar yang beroperasi di Maros.

Rian dan Zuljaya juga berusaha melarikan diri setelah menyerang korban Didit Abrianto Mulawarman (19) dengan menggunakan samurai. Namun dia dimassa dan motor Yamaha Fino miliknya dibakar oleh warga.


Kasat reskrim Polres Maros, AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK mengatakan, samurai yang digunakan oleh pelaku merupakan milik seorang rekannya, Apeng yang berhasil melarikan diri bersama tiga rekannya.


"Pelaku begal ini berangkat dari Antang dan beroperasi di Maros. Dua tersangka ini berdomisili di Makassar. Untuk sementara kami belum mengetahui apa nama geng atau nama perkumpulan," katanya.


Zuljaya masih duduk di kelas tiga SMP 37 Makassar sementara Rian, profesinya tidak jelas. Keduanya mengaku menjalankan aksinya untuk membeli minuman keras.

TIGA SPESIALIS PEMBOBOL RUMAH DICIDUK SAT RESKRIM POLRES MAROS


Satuan Reserse Kriminal Polres Maros berhasil membekuk 2 pelaku pembegalan (pencurian dengan kekerasan) di Dusun Bira-bira, Desa Kurusumange, Kec. Tanralili, Kab. Maros, Senin malam (28/9) sekitar pukul 22.00 Wita.

Berawal pada saat korban sedang duduk-duduk santai di belakang mobilnya dengan membuka pintu bersama 2 orang temannya, berselang beberapa saat kemudian tiba-tiba datang 3 unit motor masing-masing berboncengan dari arah pasar Batangase.
Salah satu korban melihat 3 orang membawa senjata tajam berupa pisau dan samurai, ketiganya lalu mendatangi korban dan langsung memaranginya dibagian tangan kiri, dalam keadaan tangan berdarah korban bersama temannya lalu melarikan diri dan berteriak meminta bantuan.

Karena ketakutan ketiga korban meninggalkan mobil yang berisi hp korban, melihat korban yang lari pelaku lalu mengambil hp yang tertinggal dan melarikan diri kearah Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tanralili.

Ketiga korban yang berhasil melarikan diri lalu melapor ke Polres Maros, sesaat setelah menerima laporan Satuan Reserse Polres Maros segera mengejar pelaku dan berhasil menangkap 2 dari 6 pelaku di Dusun Bira-bira, Desa Kurusumange, Kec. Tanralili, Kab. Maros.


Pelaku yang ditangkap diamankan di Polres Maros guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dan 4 pelaku lagi masih dalam pengejaran.

SINDIKAT PENIPUAN VIA SMS DITANGKAP DI MAROS




Sindikat kelompok penipuan via SMS dibekuk Aparat Polsek Lau Polres Maros. Lima pelaku yang tertangkap mengaku kerap melancarkan penipuan lewat aksinya dengan memanfaatkan fasilitas SMS (Short Messaging Service).

Kelima pelaku tersebut diciduk pada saat Polsek Lau menggelar razia gabungan pada Minggu 27 September 2015, kemarin, Kelima pelaku tersebut yakni Adityia (24), Mustafa (21), Andi Ical (28), Irfan (18) dan satu pelaku masih dibawah umur, yakni Jumardi (15).

Kelompok ini ditangkap pada saat aparat kepolisian melaksanakan Operasi Cipta Kondisi yang di laksanakan di wilayah hukum Polsek Lau Kab.Maros.

Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Yusrizal mengatakan, rencananya para tersangka tersebut menuju Jeneponto. Mereka menggendarai mobil sewaan jenis Panther. Saat dihentikan di depan Polsek Lau, mobil tersebut tidak mau berhenti.

Kelima pelaku kemudian di amankan di Mako Polsek Lau dan Polisi juga menyita barang bukti di antaranya berupa 1 koper berwarna hitam yang berisikan 1 unit Laptop Merk ACER, 16 unit Hand Phone berbagai Merk, 12 Kartu Atm berbagai Bank, 7 unit Modem berbagai merk serta sekitar 55 kartu simpati loop. Menurut para pelaku, kegiatan yang dilakukan dalam menipu para korbannya telah berhasil dilancarkan sebanyak 7 kali dan mendapatkan hasil kejahatan sekitar puluhan juta rupiah dari para korbannya.

Lebih lanjut menurut para pelaku, para korban penipuan via sms ini berasal dari berbagai daerah, diantaranya sebanyak 2 korban berasal dari provinsi Jatim, 3 dari NTT, serta 2 korban dari Provinsi Jawa Barat.

Polisi masih melanjutkan pemeriksaan, Adi bersama anak buahnya diperiksa secara terpisah. Adi ditahan di sel tahanan Polsek Lau sedangkan anak buahnya ditahan di Mapolres.


SISWA SMP DIANIAYA IBU ANGKATNYA


Seorang siswa kelas 1 disalah satu SMP di Maros, Firda tak mau lagi pulang ke rumahnya setelah mengalami perlakuan kekerasan dari ibu angkatnya, Ester Rombe Salu (47) seorang PNS Balitjas Maros.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros, IPTU Kasmawati, S.Sos, mengatakan, Firda mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya setelah dipukul oleh pelaku dengan menggunakan kemoceng, sapu lidi dan bambu. Bocah ini dianiaya ibu angkatnya tersebut gara - gara burung beonya mati, pada Minggu lalu.

"Firda, kami inapkan di rumah dinas Polres Maros. Kami belum mau mengembalikannya ke rumahnya di Allepolea, Kecamatan Lau Maros. Jangan sampai dia dipukul lagi. Dia lebih aman menginap disini," katanya.

Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan dinas sosial Maros untuk menangani Firda. Saat menjalani pemeriksaan lanjutannya di Mapolres Maros, didepan kanit PPA Polres Maros, Iptu Kasmawati, S.Sos, Tersangka Ester Rombe Salu (47) seorang PNS Balitjas pelaku pemukulan kepada anak angkatnya, Firda, mengakui telah melakukan pemukulan terhadap Firda berulang kali.Dia berdalih, Firda sering membandel dan tidak mau menuruti keinginannya. 

Tersangka Ester mengaku tak tahu jika telinga dan bibir berdarah saat dirinya memukulnya."Memang bu' saya sering memukul Firda, Waktu saya pukul pada hari Minggu, Firda tidak mau memberikan makanan kepada burung beo, sehingga mati, pada hari Rabu kemarin " katanya saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Maros.

SAT RESKRIM POLRES MAROS MENGAMANKAN EMPAT NELAYAN


Satuan Reskrim (Reskrim) Polres Maros yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK, berhasil mengamankan 4 orang nelayan yang menggunakan pukat harimau di perairan Desa Bonto Bahari Kecamatan Bontoa, Maros.
Barang Bukti yang diamankan Petugas Dalam proses Penangkapan polisi, 5 orang personil Sat Reskrim Polres Maros menaiki kapal motor (Jolloro) milik nelayan kecil di Desa Bonto Bahari dan menyergap 14 buah kapal motor yang tengah menggunakan pukat harimau. Namun, dari 14 kapal, Polisi hanya berhasil mengamankan empat buah kapal saja, sisanya melarikan diri.

Dari tangan 4 orang  nelayan yang tertangkap basah ini, Polisi berhasil mengamankan empat buah pukat harimau beserta ikan dan kepiting hasil tangkapan mereka dan kemudian dibawa ke Mapolres Maros.Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK mengatakan, keempat nelayan yang diamankan ke Mapolres Maros ini masing-masing, SD (25), FN (25), ML (22) dan MA (55). 

Mereka merupakan warga dusun Campagayya, Desa Tupabiring, Kec. Bontoa Kab. Maros.“Kami menerima laporan dari Masyarakat disana, kalau ada sejumlah nelayan yang sudah lama melaut menggunakan pukat harimau yang mereka sebut dengan Patterol. Atas laporan itu kami melakukan operasi dan berhasil menemukan mereka sedang melakukan penangkapan ikan dengan jaring yang dilarang,” paparnya.

AKP Yusrizal melanjutkan, pelaku ini dijerat dengan Pasal 9 Junto pasal 85 UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 Miliar. 

Adapun barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian yakni 4 Buah jaring berkapal dogol lengkap dengan pemberat yang terbuat dari kayu dan 4 Unit Kapal masing-Masing panjang 10 meter dan lebar 1,5 Meter.

“Kami harap, setelah penangkapan ini, para nelayan bisa sadar jika penggunaan pukat harimau ini tidak dibenarkan dan mereka tidak lagi mencoba melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, Nelayan kecil dari Desa Pajukukang, Baharuddin, memberikan apresiasi kepada Sat Reskrim Polres Maros yang sudah bertindak tegas kepada para nelayan yang sudah lama meresahkan nelayan kecil sepertinya. Ia mengaku selama ini hasil tangkapan ikan mereka berkurang, atas dampak penggunaan pukat harimau yang merusak biota laut seperti bibit ikan dan juga terumbu karang.

SISWA SMPN 1 MAROS TEWAS DIKEROYOK



Kanit PPA IPDA Kasmawati, S.Sos Saat melayat ke rumah Korban



Seorang siswa SMPN I Maros, Z (13), warga Jalan Bontocina, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, tewas setelah dikeroyok oleh oknum pelajar SMP Pergis, AA, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) DDI Maros, AR pada hari Rabu 26 Agustus 2015 kemarin. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban sempat dirawat di dua rumah sakit.

Kanit PPA Polres Maros, IPDA Kasmawati, S.Sos mengatakan, korban tewas setelah dikeroyok oleh kedua pelaku tersebut.
"Kita sudah periksa dua orang pelaku dan orang tua korban. Saat ini, pelaku tersebut ditahan di Mapolres Maros untuk dimintai keterangan lebih lanjut," katanya.

Pengeroyokan ini dipicu persoalan sepele. Korban terlibat perselisihan dengan AA (13), siswa SMP DDI Maros dan N (13), siswa SMP Pergis Maros. Peristiwa bermula saat kedua tersangka pulang sekolah dengan berjalan kaki melintas di depan sekolah korban di Jalan Dr Ratulangi, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Kedua tersangka nyaris tertabrak motor yang dikendarai korban. Bukannya meminta maaf, korban malah meneriaki kedua tersangka dengan kata-kata kotor. Hal itu membuat pelaku naik pitam, Saat itu pelaku memukul korban pada bagian wajahnya.

"TSK N langsung meninju mulut korban Z membuat Z terjatuh dan terbaring di jalan. Saat Z kembali berdiri, TSK AA kemudian ikut melakukan pemukulan ke pipi Z," ungkap Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Yusrizal Nazaruddin, SH, SIK.
Melihat korbannya tak berdaya, lanjut AKP Yusrizal, kedua tersangka langsung pergi. Sementara itu, korban yang tak sadarkan diri dibawa oleh warga sekitar ke RS Salewangan Maros. Namun karena kondisinya parah, korban lalu dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. 

"Subuh tadi sekitar pukul 04.00 Wita tadi, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Paginya, jenazah siswa SMP ini dibawa pulang ke rumah duka. Soal penyebab meninggalnya korban, kita belum tahu pasti, menunggu Hasil Visum dari RS" jelasnya.

Yusrizal menambahkan, kedua tersangka sudah diperiksa. Hanya saja, mereka tidak ditahan lantaran masih di bawah umur.

"Dua pelaku ini dijerat pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014 sub pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Kita tidak tahan karena pelaku ini anak di bawah umur. Tapi tetap akan diproses didampingi petugas dari Balai Pengawasan Anak (Bapas) sesuatu dengan aturan" tegasnya.

PEMILIK TRAVEL UMRAH PT ALJAZIRAH TOURS AND TRAVEL DITAHAN



Polres Maros menahan pemilik PT Aljazirah Tours and Travel, H Muh Ramli Kacong, ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan kepada puluhan korban calon jamaah umrah. Dalam kasus tersebut, tersangka bertindak seolah-olah sebagai biro penyelenggara perjalanan ibadah umrah dengan menggunakan nama perusahaan PT Aljazirah Tours and Travel.
Kabag Ops Polres Maros, KOMPOL Ahmad Mariadi, SH didampingi Kasat Reskrim, AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK dan Kanit I Tipikor, IPDA Doris Hadiana, S.Sos, saat jumpa pers di Mapolres Maros, mengatakan, tersangka merekrut puluhan calon jamaah umrah untuk diberangkatkan ke Mekkah. "Dia menggunakan perusahaan miliknya itu, ternyata perusahaan tersebut tidak terdaftar sebagai biro perjalanan wisata maupun biro penyelenggara perjalanan ibadah umrah pada Kementrian Agama," ujarnya. 

Awalnya, tahun 2014, korban H Abd Hamid sebagai pelapor, diiming-imingi umrah gratis jika mengumpulkan 20 orang yang ingin berangkat umrah. Korban lainnya, H Muh Amir sekeluarga (8 orang) terpengaruh untuk umrah dengan menggunakan jasa Abd Hamid.

Amir tidak pernah curiga, karena sebelumnya tersangka pernah memberangkatkan orang tuanya ke Mekkah. Muh Amir kemudian menyerahkan uang Rp 180 juta kepada tersangka melalui perantara Abd Hamid. Uang tersebut bersumber dari setiap calon Rp 22,5 juta. Transanksi tersebut terjadi di kantor PT Aljazirah di BTN Istiqamah Mandai Permai Blok M Kelurahan Bontoa, Mandai Maros. "Abdul Hamid kemudian, bertemu dengan tersangka. Saat itu tersangka menyatakan siap untuk memberangkatkan calon tersebut," katanya.

Korban pun dijadwalkan berangkat pada April 2014. Namun sampai sekarang korban belum berangkat. Korban tersebut yakni M Amir, Sitti Luma Sawi, Khaeunnisa, Aidil Fitrah, Hadra Dg Sioro, Nahara Cole, Muhajji, dan Ahmad Fahri.

Pada kasus tersebut, polisi telah mengamankan kuitansi pembayaran, pada tanggal 26 Januari 2014 sebesar Rp 180 juta, berlogo PT Aljazirah, kuitansi pembayaran pada tanggal 31 Januari 2015 Rp 22 juta berlogo PT Aljazirah dan koper berlogo PT Aljazirah, pakaian ihram dan kain batik seragam. Tersangka dijerat dua pasal yakni 338 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

POLRES MAROS TETAPKAN DUA TERSANGKA ROBOHNYA HANGGAR BANDARA HASANUDDIN




Polres Maros menetapkan dua orang tersangka pada kasus robohnya konstruksi proyek hanggar Kalibrasi, Bandara Hasanuddin Makassar, milik Kementerian Perhubungan RI. Hanggar tersebut roboh, Senin 9 Maret 2015 lalu.

Kabag Ops Polres Maros, Kompol Ahmad Mariadi, SH didampingi Kasat Reskrim, AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, SH, SIK serta Kanit Riksa Tipikor IPDA Doris Hadiana, S.Sos saat jumpa pers penetapan tersangka, mengatakan kedua tersangka tersebut yakni Direktur Lapangan PT Nurjaya Nusantara, Lukas Langke dan Tiku Kombong selaku Project Manager PT Nurjaya Nusantara, selaku pelaksana.


Kompol Ahmad Mariadi mengaku, penanganan kasus kelalaian tersebut berlarut-larut di Polres Maros, karena terkendala pada keterangan saksi ahli teknik.


"Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi dan beberapa berkas pendukung kami miliki. Makanya kami tetapkan kedua orang itu sebagai tersangka," katanya.

 
Berdasarkan keterangan saksi ahli, robohnya hanggar tersebut karena adanya unsur kelalaian. Keterangan tersebut baru diterima Polres pada Juli 2015 lalu.

 
Terima Kasih Atas Kunjungan dan Dukungan Saudara Kepada Kami …. Dukung Kami untuk memberikan Pelayanan Yang Terbaik untuk Masyarakat…….. Kami Siap Memberikan Pelayanan Cepat, Tepat, Tranparan, Akuntabel dan Tanpa Imbalan……Maju Terus Polri Dalam Memberikan Pelayanan Yang Terbaik Untuk Masyarakat Bangsa dan Negara......