-->
TRIBRATA KAMI POLISI INDONESIA: 1. BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA. 2. MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN, KEADILAN DAN KEMANUSIAAN DALAM MENEGAKKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN KEPADA PANCASILA DAN UUD 1945. 3. SENANTIASA MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN.

PELAKU PENCURIAN HAND TRACTOR DIBEKUK PETUGAS POLRES MAROS



POLRES MAROS, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Maros berhasil menangkap pelaku pencuri Hand Tractor. Tak hanya pelaku yang berhasil ditangkap sejumlah barang bukti seperti 3 unit kendaraan roda empat, 3 unit kendaraan roda dua dan 2 unit mesin Hand Tractor.

Dua pelaku berhasil dibekuk bernama Sultan alias Uttang Bin Abdul Kadir dan Aswan alias Andi Baso Bin Andi Asmani. Sementara empat pelaku masing-masing berinisial S, SK, AK dan LU masih dalam pengejaran Tim Resmob Sat Reskrim Polres Maros.

Pelaku telah melakukan pencurian alat mesin para petani dibeberapa tempat. dan dua pelaku yang berhasil ditangkap berasal dari luar Kabupaten Maros. Rupanya pelaku juga melakukan aksi kejahatan diluar Provinsi Sulawesi Selatan dan dalam menjalankan aksinya, para pelaku terlebih dahulu melakukan penggambaran lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Pelaku saat mensurvei lokasi TKP dengan menggunakan mobil rental, kemudian tersangka lelaki Sultan masuk kedalam rumah dengan cara memanjat dan membuka pintu, selanjutnya teman-teman tersangka masuk kedalam rumah dan mengambil barang-barang, dan selanjutnya tersangka serahkan kepada lelaki berinisial LU (juga masih DPO) untuk dipasarkan,” jelas Kapolres Maros, AKBP CF Hotman Sirait, SIK, SH. 

PELAKU CURANMOR DI MASJID DIAMANKAN PETUGAS POLRES MAROS



POLRES MAROS, Satu dari tiga pelaku pencurian motor (ranmor) spesialis Honda Beat terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, saat dibekuk di sebuah mesjid, di Kecamatan Bantimurung.

Ketiga pelaku masing-masing Irman (20) mendapatkan luka tembakan di betis kanan. Sementara Arif (17) ditangkap polisi Polres Maros. Sementara satu tersangka lainnya Ansyar berhasil melarikan diri. Ketiga pelaku merupakan warga Makassar.


Kepala Kepolisian (Kapolres) Maros AKBP CF Hotman Sirait, SIK, SH dalam ekspose yang digelar di kantor Polres Maros menjelaskan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari warga. Dari laporan tersebut, polisi melakukan pengembangan dan pelacakan jejak pelaku.

Terakhir, jejak pelaku ditemukan di Mesjid Babussalam, kecamatan Bantimurung. "Pelaku ditemukan di sebuah mesjid. Di mesjid itu, pelaku hampir saja melakukan aksinya. Beruntung, petugas lebih dulu menangkap pelaku. Dari ketiga pelaku, dua berhasil ditangkap, satu lainnya melarikan diri," jelasnya.

Kapolres Maros melanjutkan, satu orang atas nama Irman sedang menjalani perawatan di RSUD Salewangang. ‎Diakui Kapolres, saat ini trend pencurian motor di tempat ibadah meningkat.

Terutama pada pelaksanaan shalat subuh. Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang akan memarkir kendaraannya di parkiran masjid sebaiknya lebih berhati-hati.


"‎Supaya lebih mudah dalam pengawasan, kendaraan yang diparkir dikunci dengan menggunakan kunci ganda. Karena dengan kunci pengaman yang ada distang motor itu tidaklah cukup. Apalagi para pelaku merupakan spesialis motor Honda Beat yang memiliki keahlian merusak kunci pengaman, lalu merusak kunci kontak," jelasnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada pengurus masjid untuk menempatkan satpam untuk penjagaan. Dan saat salat subuh juga sebaiknya pintu masuk agak diperkecil. "Supaya ruang gerak mereka atau para pelaku kejahatan bisa lebih dipersempit," imbaunya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan ancaman penjara tujuh tahun dengan pasal 363 KUHP. Salah satu pelaku M Arif (17) mengaku, dirinya hanya diajak saat motor hasil curian itu ingin dijual. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan itu, mengaku diajak ke Camba.

Dan di sanalah rekannya itu menjual dua unit motor hasil curiannya. Dari hasil penjualan itu, dia mengaku diupah Rp100 ribu. "Saya hanya dikasihkan Rp100 ribu" terangnya. 

Sementara itu, pelaku lainnya yang ditembak polisi Irman mengaku, satu kendaraan dihargai senilai Rp. 4 juta. Bagian Irman, Rp. 1 juta. "Saya cuma mendapatkan sekitar Rp1 juta. Uang itu rencananya akan saya gunakan untuk makan.

PEMALSU STNK DIBEKUK PETUGAS POLRES MAROS



POLRES MAROS, Empat warga Makassar masing-masing Suroto (43), Firdaus (35),  Imran (30) dan Mardi (35) diduga pelaku pemalsuan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sesuai perannya masing-masing berhasil dibekuk tim Reskrim Polres Maros.

Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Muh Imran kepada awak media, Minggu sore, (3/11) membenarkan hal tersebut. Dijelaskan, penangkapan ke empat orang ini Sabtu sore (2/11) sekitar pukul 15.00 wita. Selain STNK, satu unit mobil Avanza DD 8283 AS disita petugas sebagai barang bukti dalam penangkapan itu.

AKP Muh Imran menjelaskan satu persatu peran ke empat kawanan pemalsu STNK ini, masing-masing Suroto (43), warga jl RS Faisal Makassar diduga sebagai otak pembuat surat palsu tersebut. Perannya memalsukan surat kendaraan menggunakan komputer dan mesin scan.

Berikut, Firdaus (35), warga jl Gajah Makassar berperan sebagai perantara. Lalu ada juga Mardi (35) yang sehari-harinya berprofesi sebagai Satpam di Pegadaian Syariah Antang, berdomisili di Mangga Tiga Daya Makassar. Lelaki ini berperan pemesan surat palsu itu. Sementara Imran (30) seorang wiraswata yang berdomisili di BTP Makassar. Ia adalah pemilik mobil Avanza hitam DD 8283 AS yang digunakan saat berlangsung penangkapan.

Awalnya Imran meminta bantuan pada Mardi untuk membuatkan STNK palsu dan dikenakan harga Rp 3 juta. Kemudian Mardi mengoper pesanan ini ke Firdaus dikenakan harga Rp 2 juta. Selanjutnya Firdaus meneruskan pada Suroto sebagai pembuat STNK palsu dan dikenakan biaya Rp 300 ribu. Maka pembuatan surat itu menghabiskan waktu dua minggu.

Menurut sumber yang dihimpun, mobil Avanza DD 8283 AS itu dibeli dari Mardi seharga 40 juta dan BPKB akan menyusul kemudian hari. Maka dipanjar Rp 35 juta sembari menunggu BPKB terbit.

Sedangkan Suroto sebagai pencetak dengan menggunakan satu unit komputer dan printer. Serta mesin scan dengan mnggunakan kertas kongkor. Sumber menjelaskan sudah delapan kali Suroto mencetak STNK palsu sesuai pesanan dari Firdaus dan Arifin.

Kasat menambahkan keempat pelaku dijerat pasal 266 dengan tuduhan membuat keterangan palsu. Pelaku Mardi dan Firdaus dijerat pasal 264 ayat 1e. Ancaman hukuman delapan tahun penjara.

BAWA PISTOL, EMPAT PRIA DIAMANKAN DI POLRES MAROS



POLRES MAROS, Empat pria yang diduga kerap berbuat aksi kejahatan diamankan aparat Polres Maros.

Keempat pria itu membawa sepucuk senjata organik beserta 12 butir peluru kaliber 38 spesial, sebilah badik, juga sangkur.

Selain itu juga membawa satu kilo magnesium, metabisuefit, amonium chlorid, carbonat, jarum, timbangan digital, pipet, empat plat, lima gram shabu serta handphone. Polisi juga menyita 2 ATM serta faktur pembelian bahan kimia.


Keempatnya diamankan saat polisi sedang menggelar razia di jalan raya, Minggu (25/8/2013) dini hari. Mereka berada di atas mobil Toyota Yaris bernomor plat H 412 DY, melintas pelan di jalan poros Maros-Bantimurung.

Pengemudi mobil nampak ketakutan serta berusaha membalikkan mobil, polisi yang melihat mobil tersebut langsung curiga. Keempat pria yang kini dalam pemeriksaan intensif polisi adalah Tasman (24), Gunawan (18), Irfan Jasmin (21), dan Musliadi (22), warga Kelurahan Pai, Biringkanaya, Makassar.

Kasat Reskrim Polres Maros AKP Imran, SE mengatakan, kasus ini ditangani Polres Maros. Keempatnya diamankan di Polres Maros. Secara terpisah, Kapolres Maros AKBP CF Hotman Sirait menuturkan, kasus ini sementara diselidiki sehingga pihaknya belum bisa berkomentar banyak.

Keempat pria yang diamankan ini diduga kerap terlibat aksi kejahatan seperti pencurian motor. Mereka juga diduga pernah melakukan aksi jambret di batas Maros-Makassar pada Agustus 2013 lalu.

POLRES MAROS PROSES PELAKU PENGGELAPAN MOBIL RENTAL

POLRES MAROS, Seorang korban penggelapan mobil sewa atau rental, Gunawan, melaporkan penyewa mobilnya, Ismail, kepada petugas Polres Maros. Menurut laporan Gunawan, dia menyewakan mobil pada tersangka Ismail, selama satu bulan dengan biaya sewa Rp5 juta. Mobil tipe Avanza berwarna hitam DD 1184 DQ itu kemudian ditemukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

Penyidik pun mengembangkan kasus ini dan bermunculan korban Ismail lainnya. Tersangka ternyata pelaku penggelapan mobil rental antar provinsi, dia empat kali menipu korbannya. Modus yang sama, dua mobil rental milik Haji Toha juga menjadi korban. Mobil tipe Avanza warna hitam DD 1088 BZ ditemukan di Kabupaten Bantaeng dengan biaya yang dijaminkan Rp15 juta. Juga mobil tipe Avanza warna merah marun DD 9806 XY ditemukan di Makassar dengan biaya jaminan Rp10 juta. Korban berikutnya, Zabir, mobil tipe Avanza DD 189 BR ditemukan di Makassar dengan jaminan Rp25 juta. Korban terakhir, Idul, mobil tipe Xenia DD 1482 VR ditemukan di Takalar dengan jaminan Rp20 juta. Tersangka yang berprofesi wiraswasta ini dikenakan pasal 378 dan 372 atas penipuan dan penggelapan. Terancam empat tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Maros AKP Imran, mengimbau bagi warga yang ingin merental mobil agar bertransaksi di jasa resmi. Serta memeriksa kelengkapan STNK dan BPKP kendaraan. Apalagi saat permintaan sedang tinggi, kasus seperti ini akan marak terjadi.
 

TERDESAK, PETUGAS TEMBAK PELAKU PENCURI TERNAK



POLRES MAROS -- Pencuri ternak yang meresahkan warga di beberapa desa di Kecamatan Lau berhasil diringkus aparat Polsek Lau, Rabu (17/4/2013) dini hari. Petugas mengagalkan upaya pencurian di desa Maccinibaji, saat beberapa ekor ternak warga sudah akan diangkut ke dalam mobil sewa.

Hal ini dibeberkan Kapolres Maros AKBP Hotman Sirait, saat jumpa pers di Polres Maros. Namun nahas, satu dari tiga pelaku terpaksa dilumpuhkan petugas. "Posisi petugas terdesak, makanya dengan terpaksa melumpuhkan satu pelaku yang memang menyerang petugas," jelas Kapolres.

Salah seorang pelaku pun meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Salewangang. Pelaku yang meninggal belum diketahui identitasnya karena tidak mengantongi identitas. "Hanya ponsel yang ada di kantongnya, itu pun sudah rusak," tambah Kapolres.

Patroli ternak digelar Polsek Lau setelah banyaknya keluhan warga terkait hilangnya ternak mereka. Petugas kemudian diminta untuk terus melakukan penyelidikan tentang kasus pencurian ternak ini.

4 PERAMPOK DIRINGKUS APARAT POLRES MAROS



POLRES MAROS, Empat kawanan perampok berhasil diringkus aparat gabungan Polres Maros, Sabtu (2/3) petang, setelah terjadi kejar-kejaran selama hampir setengah jam di jalur perbatasan Makassar-Maros. Drama penangkapan para residivis ini, melukai seorang warga akibat tertembus anak panah.

Kapolres Maros AKBP Hotman, Minggu (3/3) mengungkapkan, kawanan ini kabur dengan menggunakan sebuah mobil Toyota Avanza. Mereka baru saja beraksi di Kota Maros dan dikejar hingga ke tapal batas Makassar.

"Mereka terjebak di depan bandara lama karena jalan macet. Pihak polsek setempat juga memalang mobil truk material bangunan di tengah jalan, hingga mereka tak bisa lolos," ujar Hotman.

Keempat tersangka yang diamankan adalah Muh Andi Khaerul Hamzah (22) warga Jalan Ratulangi, Andi Arman Safri (25) warga Jalan Ratulangi, Rangga (27) warga Makale, Tana Toraja serta Anggi (16) warga Tello Baru, Makassar. Dari tangan mereka disita sejumlah senjata tajam berupa badik, ketapel dan puluhan anak panah.

Hotman menuturkan, insiden ini bermula saat empat pelaku menodong dan perampas sepeda motor seorang pengendara bernama Malik di Bontolempangan, Kecamatan Lau. Karena korban melawan, tersangka nekat melukainya dengan busur.
Malik tertembus busur pada bagian leher. Dalam kondisi terluka, pria itu berusaha mempertahankan sepeda motornya.

Karena situasi yang cukup ramai, para tersangka memilih kabur. Mereka kemudian menuju Makassar melewati Kota Maros.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Lau. Selanjutnya, Polsek Lau, mengonfirmasi peristiwa ini ke Polres Maros.

"Pihak Polsek Lau yang menyampaikan bahwa mobil yang dikendarai tersangka sekarang menuju Maros kota. Akhirnya kita cegat di beberapa jalur masuk di Kota Maros," papar Hotman.

Tak berapa lama, mobil tersangka berhasil diidentifikasi. Petugas langsung mencegatnya di jalur masuk kota.

Tapi saat diminta berhenti, para tersangka justru nekat menerobos barikade polisi. Dengan kecepatan tinggi, mobil Avanza bernomor polisi DD 1323 BL itu, melaju, memaksa petugas membuka jalur.
"Mereka menerobos barikade yang kita bikin," kata Hotman.

Pihak Polres Maros kemudian menginformasikan kepada polsek di perbatasan Makassar-Maros agar mencegat kawanan ini. Sementara dari Kota Maros, petugas melakukan pengejaran dengan mobil dan sepeda motor.

Selama kejar-kejaran terjadi di sepanjang jalur Maros menuju Makassar para tersangka melepaskan beberapa kali anak panah ke arah petugas. Petugas sendiri berusaha tak membalasnya.
Berulang kali para tersangka juga diberi peringatan agar berhenti dan menyerahkan diri. Namun mereka tetap melaju dan terus membusur petugas.

Di sepanjang sejumlah kendaraan juga rusak karena diserempat pelaku. Hingga ke jalur masuk bandara lama, mobil tersangka terjebak kemacetan.

Mereka berusaha menerobos di tengah arus kendaraan yang sangat padat, tapi gagal.
Di depan, petugas telah menutup jalur dengan memalang sebuah truk material bangunan di tengah jalan. Dalam kondisi tak bisa apa-apa lagi, akhirnya keempat kawanan ini menyerah.

Ditangkap di tengah keramaian, justru membuat polisi kalang kabut. Pasalnya, beberapa warga secara spontan menghampiri para tersangka dan menghajarnya habis-habisan.
Jumlah warga yang lebih banyak dari petugas, membuat petugas kewalahan mengamankan situasi. Beruntung, beberapa warga lainnya turun tangan menenangkan massa yang gelap mata.

Dari tangan keempatnya disita sejumlah senjata tajam berupa badik dan busur.
Dari hasil pengembangan diamankan sejumlah barang bukti yang diduga hasil kejahatan. Diantaranya satu unit sepeda motor Yamaha Vega hasil rampasan, serta dua sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi DD 4284 HF dan DD 3450 YY yang ditinggal di Boto Lempangan.

Diduga kedua sepeda motor ini rencananya akan dipakai beraksi, namun rencana mereka gagal dan kabur dengan mobil.

Menurut Kapolres Maros AKBP C.F Hotman Sirait, SIK, SH, pihaknya tengah mengembangkan identitas kawanan ini. Ada dugaan mereka adalah komplotan perampok antardaerah yang kerap beraksi di daerah-daerah perbatasan.

"Modus aksi mereka biasanya mencegat calon korbannya di jalan dan merampas sepeda motornya," jelas Kapolres Maros.


 
Terima Kasih Atas Kunjungan dan Dukungan Saudara Kepada Kami …. Dukung Kami untuk memberikan Pelayanan Yang Terbaik untuk Masyarakat…….. Kami Siap Memberikan Pelayanan Cepat, Tepat, Tranparan, Akuntabel dan Tanpa Imbalan……Maju Terus Polri Dalam Memberikan Pelayanan Yang Terbaik Untuk Masyarakat Bangsa dan Negara......